10 Kecamatan di Bandung Berpotensi Likuifaksi,guncang gempa karena berada pada Sesar Lembang.

oleh
Beberapa warga Bandung mengaku baru mendengar mengenai potensi likuifaksi tersebut.

METRO RIAU – Gempa bumi yang disusul likuifaksi, Jumat (28/9/2018) lalu, telah menyebabkan sejumlah kawasan pemukiman penduduk tenggelam ke dalam bumi di Palu, Sulawesi Tengah.

Hingga kini, diperkirakan ribuan jenazah, masih terkubur di kawasan-kawasan yang dilanda likuifaksi di Palu tersebut.

Sepuluh kecamatan di Kota Bandung, Jawa Barat, terjadi juga berpotensi mengalami likuifaksi, seperti yang terjadi di Palu, bila diguncang gempa. Bandung termasuk wilayah yang sangat berpotensi diguncang gempa karena berada pada Sesar Lembang.

Potensi likuifaksi di sepuluh kecamatan di Bandung, ungkap Kasubid 1 Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Kota Bandung, Andry Heru Santoso, diketahui berdasarkan penelitian antara Pemko Bandung, ITB, dan United Nation yang dilakukan pada tahun 1990-2000.

Sepuluh kecamatan tersebut adalah Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Astanaanyar, Regol, Lengkong, Bandung Kidul, Kiaracondong, dan Antapani.

Beberapa warga Bandung mengaku baru mendengar mengenai potensi likuifaksi tersebut.

”Kalau mendengar soal gempa sih pernah, karena kan di sini ada Sesar Lembang. Saya dengar atau baca lewat media. Tapi, kalau soal likuifaksi ini baru tahu,” ujar Andang Sugiana (25), warga di Jalan Terusan Jakarta,Jum’at(12/10/2018).

Andang mengatakan, jika potensi itu benar, maka simulasi atau sosialisasi dari pemerintah perlu digalakkan.

Selama tinggal di Bandung sejak tahun 2011, dia mengaku belum pernah mengikuti simulasi soal gempa dalam skala besar. ”Ikut simulasi gempa belum pernah. Mudah-mudahan ke depannya makin gencar simulasi dan sosialisasi,” katanya.

Hal senada dikatakan warga Bandung lainnya, Yudha Arief (25) dan Rezi N (24). Keduanya sama-sama mengatakan baru mendengar soal potensi likuifaksi di Bandung.

”Kalau likuifaksi itu seperti di Palu itu kan ya? Kalau ada potensi di Bandung, saya baru dengar. Kalau memang benar berarti harus ada simulasi secara rutin, terutama soal gempa. Selama ini yang saya tahu hanya ada simulasi di tingkat gedung perkantoran saja,” kata Yudha yang tinggal di Antapani. Rezi juga menginginkan simulasi dan sosialisasi mengenai kebencanaan semakin ditingkatkan lagi di Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.