2 KALI LOLOS PASUTRI INI KETAGIHAN UNTUK MEMBAWA GARAM SETAN SEBANYAK 10 KG DARI MALAYSIA

oleh

METRO-RIAU.Sudah pernah dua kali menjadi kurir sabu dalam jumlah besar, Pasangan Suami Istri yang tertangkap BNNP Riau dan Polres Siak ternyata merupakan jaringan narkoba Malaysia.

PEKANBARU -Setelah melakukan pemeriksaan terhadap pasutri kurir 10 kilogram sabu oleh BNNP Riau, diketahui keduanya merupakan jaringan narkoba asal Malaysia. Tak hanya itu pasangan ini juga sudah dua kali lolos saat mengantarkan sabu dalam jumlah besar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penindakan BNNP Riau, AKBP Haldun, Senin (30/07/18) menjelaskan sebelum tertangkap pihaknya sudah mengintai dan menjadikan YD (43) dan ELV (34) target operasi. “Sudah lama menjadi target kita. Dimana mereka jaringan Malaysia,” jelasnya.

Dikatakan Haldun, barang haram seberat 10 kilogram dalam 10 paket tersebut berasal dari Malaysia. Dimana menurut keterangan keduanya, sabu tersebut diselundupkan melalui Kabupaten Kepulauan Meranti dan kembali dikirim ke Buton, Siak.

“Setelah dijemput di Buton, rencananya akan dibawa ke Pekanbaru. Ini jaringan terputus,” tuturnya.

Sementara, menurut Haldun akan sedikit sulit untuk mengetahui penadah dan juga pengirim barang haram senilai Rp20 miliar tersebut karena ini jaringan terputus. Namun, pihaknya terus mendalami perkara yang melibatkan dua warga Sumatera Barat tersebut.

Diluar itu, dari pemeriksaan diketahui pasutri ini sudah dua kali menjadi kurir sabu dengan jumlah besar. Yakni ke Palembang dengan 500 gram dan 1 kilogram. “Pengiriman pertama mereka diupah Rp14 juta, kedua Rp20 juta. Sementara yang ketiga dan berhasil kita gagalkan ini dijanjikan Rp200 juta. Tapi baru dibayar uang muka sebesar Rp8 jutaan,” singkatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.