2 PENGEDAR GARAM SETAN KEMBALI TERTANGKAP,SALAH SATUNYA BERPROFESI SEBAGAI TUKANG PANGKAS

oleh

METRO-RIAU.Dua terduga pengedar sabu di Tambusai Utara ditangkap polisi setelah mengembangkan informasi dari masyarakat.

Aparat Kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hulu (Rohul) berhasil menciduk 2 laki-laki yang diduga sebagai pengedar Narkoba jenis sabu di Kecamatan Tambusai Utara.

Pengungkapan berawal informasi masyarakat. Dimulai dari penggerebekan rumah seorang terduga pengedar Narkoba jenis sabu di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, inisial AS (33), polisi ikut menangkap rekannya inisial RG.

Warga DU SKPE Desa Bangun Jaya ini hanya pasrah ketika diciduk anggota Satuan Resnarkoba Polres Rohul, sebab dirinya saat itu tengah terlelap mimpi pada Jumat petang (24/8/2018) sekira pukul 18.45 WIB.

Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, SIK, M.Si, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono, SH, mengatakan terlapor AS ditangkap dengan tuduhan sebagai pengedar narkotika jenis sabu di wilayah hukum Kecamatan Tambusai Utara, berawal informasi masyarakat.

Informasi langsung ditindaklanjuti Kasat Res Narkoba Polres Rohul AKP Masjang Efendi, dan memerintahkan beberapa anggota untuk melakukan penyelidikan. Hasil penyamaran atau undercover, polisi berhasil menciduk terlapor AS di rumahnya.

“Setelah diketahui bahwa yang bersangkutan berada di rumah, polisi melakukan penggerebekan. Saat itu yang bersangkutan sedang tidur (sore),” jelas Ipda Nanang.

Hasil penggeledahan di rumah AS, polisi menemukan 10 paket diduga narkotika jenis sabu yang dikemas dalam kotak plastik putih, disimpan di atas pintu dapur rumah terlapor.

“Setelah diinterogasi, AS mengaku barang haram ini didapatkan dari seorang berinisial RG. Selanjutkan polisi langsung melakukan pengejaran terhadap RG,” ungkap Ipda Nanang.

Hasil pengembangan, RG yang diduga sebagai bandar Narkoba rupanya seorang tukang pangkas rambut di Desa Simpang Harapan, Kecamatan Tambusai Utara. Di tempat usaha pangkasnya, terlapor RG diciduk‎ polisi.

“Diakui terlapor (RG), 10 paket diduga sabu dia jual ke AS seharga Rp 1,2 juta,” ungkap Ipda Nanang, dan menerangkan bila paket sabu yang dijual kedua terlapor didapat dari laki-laki berinisial KA.

Ipda Nanang mengatakan dari kedua terlapor, AS dan RG, polisi menyita‎ barang bukti berupa 10 paket diduga sabu seberat 2 gram, uang tunai Rp 500 ribu, kaca pirex, handpone Nokia, mancis yang sudah dirombak dan alat hisap atau bong.

“Kedua terduga dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Rokan Hulu guna proses pengembangan lebih lanjut,” pungkas Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.