Aksi Jajaran Porter Menunduk di Samping Saat Kereta Datang Dan Ingin Berhenti Bikin Penumpang Merinding, Ini Penjelasan PT KAI

oleh -441 views

METRO RIAU – Aksi menyentuh sejumlah porter yang menundukkan kepala di samping kereta telah menjadi viral di media sosial.

Terkait hal ini, PT Kereta Api Indonesia pun sudah angkat bicara.

Seperti yang terekam dalam video, sejumlah orang yang mengenakan seragam porter di pinggir kereta api yang berjalan meninggalkan stasiun menjadi viral di sosial media setelah diunggah oleh akun netizen di Twitter @SusiloEls, Jumat (19/10/2018).

Pada video tersebut, terlihat sebanyak kurang lebih empat orang lelaki bertuliskan porter Stasiun Pasar Senen menundukkan kepala.

Sementara satu tangannya berada di dada dan tangan lainnya dilipat ke belakang.

Mereka terlihat menunduk dan terdiam hingga kereta yang melintas di depan mereka meninggalkan stasiun, barulah para porter tersebut bergerak menjauhi kereta.

“I don’t know what it’s called, I don’t know why they do this. One thing I know: I’m touched, thrilled, and I think I had goosebumps seeing this…

@KAI121 @keretaapikita,” kicau akun netizen @SusiloELS.

“Aku tidak tahu ini disebut apa. Aku tidak tahu mengapa mereka melakukan ini. Satu hal yang aku tahu, aku tersentuh, senang dan aku pikir aku merinding melihatnya.”

PT. KAI pun angkat suara atas video yang telah viral tersebut.
Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Agus Komarudin menerangkan, para pekerja tidak terkecuali porter di Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memiliki kebudayaan baru sejak para pemudik hendak pulang ke kampungnya pada Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Menurut Agus, budaya menundukkan kepala hingga kereta berangkat itu sudah rutin dilakukan sejak masa angkutan lebaran tahun 2018.

“Ya, itu salah satu budaya di Daerah Operasi 1 Jakarta. Di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir atau di stasiun pemberangkatan Kereta Api Intercity (antar kota, -red) di Daop 1 Jakarta,” ujar Agus saat dikonfirmasi Tribunnews, Minggu (21/10/2018).

Agus menjelaskan, para pegawai akan melakukan hal tersebut di lingkungan saat mereka bekerja.

Sementara jika pegawai sedang berada di peron pemberangkatan, maka pemandangan tersebut bisa dilihat oleh orang.

Agus mengatakan bahwa sikap tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayaknan KAI dan sebagai bentuk hormat.

“Maksudnya sebagai salah satu bentuk pelayanan dan budaya keramahan pegawai atau pekerja di lingkungan PT KAI. Sebagai bentuk salam hormat, dan sapaan terima kasih kepada penumpang kereta api,” kata Agus.