, , ,

Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Palu Berlangsung Sampai Malam Hari

oleh

METRORIAU- Masih banyak korban yang tertimba puing bangunan dan hilang setelah gempa 7,4 magnitudo di Palu, Sulteng. Proses evakuasi pun berlanjut hingga malam hari.

“Evakuasi masih ada di lapangan, masih bekerja. Evakuasi dilakukan meski malam hari,” kata Kapendam XIII Merdeka Kolonel Inf M Tohir di Palu, Sulteng, Senin (1/10/2018).

Hingga saat ini, jumlah total korban saat yang meninggal dunia berjumlah 925 korban. Sedangkan versi BNPB adalah 844 korban jiwa yang sudah ditemukan sementara.

“Korban luka 799 orang. hilang korban tertimbun 152 orang,” sebutnya.

“Kami sampaikan penanganan jumlah pengungsi 59.450 orang,” sambungnya.

Puluhan ribu pengungsi ini tersebar hingga 109 titik di seluruh Sulawesi Tengah. Diambahkannya, logistik untuk korban gempa masih terus berdatangan menuju Palu.

“Jumlah total korban saat ini 925 korban meninggal, kemudian yang luka bertambah jadi 799, kemudian hilang 99. Rumah yang rusak 65.733,” kata Kapendam Kodam XIII Merdeka Kolonel (Inf) M Thohir di Korem 132 Tadulako, Senin (1/10/2018).

Selain itu, jumlah pengungsi terus bertambah. Hingga Senin (1/10) sore, sudah terdata 59 ribu lebih warga yang mengungsi.

“Sekarang sudah mencapai 59.400 pengungsi, yang terdiri atas 109 titik. Ini pelonjakannya sudah sangat signifikan,” ungkapnya.

Tim gabungan juga akan kembali melakukan pemakaman massal terhadap korban yang tak didatangi keluarga. Sebanyak 53 jenazah sudah dimakamkan secara massal di TPU Poboya, Palu.

“Yang sudah siap dilaksanakan penguburan untuk besok sejumlah 140. Yang sudah dikubur tadi 53 jenazah,” pungkasnya.

Warga Palu sempat memadati Bandara Mutiara Sis Al Jufri karena berniat mengungsi ke kota-kota lain. Namun tak semua orang dapat langsung diangkut karena penerbangan yang ada masih terbatas.

Dansatgas Bandara Mutiara Sis Al Jufri Kolonel (Pnb) Bambang Sudewo mengatakan setiap hari setidaknya ada hingga 2.500 orang yang bisa diangkut. Evakuasi warga dilakukan dalam penerbangan pulang-pergi (sortir) dari Palu ke Makassar dan sebaliknya.

“Setiap hari minimal 10 sortir Hercules, 6 sortir cuma kita siapkan (hari ini). Jadi rata-rata hampir kalau satu pesawat Hercules 200 (orang), jadi rata-rata hampir 2.000-2.500 orang kita evakuasi,” kata Bambang di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Senin (1/10/2018).

Dia mengatakan penerbangan pada hari ini hanya ada 6 sortir penerbangan karena warga sempat terjadi kekacauan. Warga sempat memaksa naik ke pesawat untuk keluar dari Palu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.