Gaji Guru Ngaji, Gharim dan Imam Masjid Terancam Tak Dianggarkan di APBD 2019

oleh -410 views

METRO RIAU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuansing mempertanyakan tentang gaji guru ngaji, gharim dan imam masjid yang tak masuk dalam nomenklatur, sehingga terancam tidak dianggarkan pada APBD Murni Kuansing Tahun 2019.

“Tahun-tahun sebelumnya muncul dan dianggarkan. Kenapa tahun depan tidak dianggarkan dan tidak masuk dalam nomenklatur?” tanya anggota DPRD Kuansing Warsono saat hearing pembahasan KUA PPAS APBD Kuansing Tahun 2019, Rabu (10/10/2018).

Menurut Warsono, itu salah satu sendi sesuai visi misi kabupaten menjadikan daerah ini agamis. “Seharusnya untuk gaji guru ngaji, gharim dan imam masjid ini dianggarkan tidak bisa tidak,” katanya.

Dewan, kata Warsono, akan berusaha sekeras mungkin agar gaji guru ngaji, gharim, dan imam masjid bisa dianggarkan.”Tadi agak ngambang, kita ingin ketegasan dari pemerintah daerah agar gaji guru ngaji, gharim dan imam masjid ini tetap dianggarkan,” ucapnya.

Sebelumnya, kata Warsono, anggaran untuk guru ngaji, gharim, dan imam mesjid anggarannya dilimpahkan melalui desa. “Sekarang kok mau ditarik ke Bagian Kesra, malah tidak ada gaji untuk guru ngaji, gharim dan imam masjid,” tukasnya lagi.

Sementara anggota Komisi C DPRD Kuansing Sastra Febriawan mengatakan, akan tetap mempertahankan gaji guru ngaji, gharim dan imam mesjid untuk dianggarkan dalam APBD. “Sekarang mereka mau menghilangkan gaji untuk guru ngaji, gharim dan imam masjid ini tidak akan kita terima,” tegas Sastra.