Haris Simamora Sempat Merenungkan Diri Beberapa Kali Saat Melakukan Aksi Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

oleh

METRO-RIAU – Sejumlah fakta baru terungkap dalam pra-rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi yang digelar di Main Hall Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/11/2018) siang.

Dalam pra-rekonstruksi yang dipimpin Kepala Unit I Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward dipergakan 35 adegan dan dihadiri langsung tersangka Haris Simamora.

Dari sejumlah adegan yang diperagakan terungkap pemicu pembunuhan yang terjadi di kediaman Diperum Nainggolan di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi pada Selasa (13/11/2018) tersebut.

Peristiwa berawal dari kedatangan Haris Simamora di rumah Diperum Nanggolan, Senin (12/11/2018) pukul 21.00 WIB.

Saat itu, anak korban Sara Malisa membukakan pintu untuk pamannya tersebut.

Kemudian Haris terlibat perbincangan dengan Diperum Nainggolan dan istrinya Maya Ambarita.

“HS ngobrol dengan korban suami istri di ruang keluarga sambil masuk TV,” ujar Malvino.

Pada saat mengobrol dengan Diperum dan Maya, Haris tersinggung dengan ucapan keduanya.

Diperum pada saat itu sempat bertanya kepada Haris apakah dirinya ingin menginap.

Korban mengatakan bila menginap dirinya tidak enak dengan kakaknya Douglas Nainggolan selaku pemilik rumah dan kontrakan.

Namun, Maya mengatakan terserah jika Haris mau menginap karena mereka hanya menumpang.

“Adegan kelima korban Diperum berkata ke Ambarita. ‘Sudah tahu kamu kalau HS menginap di sini abang saya gak suka'” jelas Malvino.

Pernyataan tersebut ditambahi Diperum dengan kata-kata kasar.

Bahkan Diperum menyebut Haris sebagai sampah.
“Adegan keenam Diperum berkata ke HS dengan bahasa Batak yang artinya kamu tidur di belakang saja kayak sampah kamu,” ungkap Malvino.

Kalimat tersebut yang membuat Haris tersinggung dan timbul niat untuk melakukan pembunuhan dengan linggis yang ada di dapur rumah korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.