Jenazah Mulai Menyebar Bau tak Sedap Di Jalan Palu, Sulawesi Tengah.

oleh
Korban tewas di Palu mencapai 821 orang, di Donggala 11 orang, dan di Kabupaten Parigi Moutong 12 orang.

METRO RIAU – Empat hari sejak peristiwa gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9), proses evakuasi terhadap para korban masih terus dilakukan.

Sejumlah korban yang sempat tertimbun reruntuhan, baik yang selamat maupun yang sudah meninggal, satu per satu ditemukan.

Jenazah korban yang sudah ditemukan juga tak serta merta langsung dikuburkan meski sudah ada kuburan massal yang disiapkan di TPU Poboya Indah, Palu.

Saat proses pengangkutan jenazah dari lokasi evakuasi menuju ke RS untuk diidentifikasi itulah bau menyengat mayat korban tercium.

Bau itu menyebar di jalanan kota Palu saat truk atau mobil pengangkut jenazah tersebut melintas. Bahkan, bau tersebut tak serta-merta hilang meski truk atau mobil pengangkut tersebut telah lewat cukup jauh.

warga Palu pun tampak menutup hidung mereka saat bau menyengat tersebut tercium. Beberapa orang, tampak sudah memakai masker, namun tak sedikit pula yang tak memiliki masker sehingga menutup dengan tangan atau baju yang mereka kenakan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (2/10), jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah saat ini mencapai 844 orang.

Rinciannya, korban tewas di Palu mencapai 821 orang, di Donggala 11 orang, dan di Kabupaten Parigi Moutong 12 orang.

“Kebanyakan korban meninggal karena tertimpa oleh bangunan yang roboh karena gempa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.