Kasus Pengusaha Serta Pegawai BUMN Ikut Menjadi Pelanggan Layanan Prostitusi Swinger Yang Di tawarkan Oleh Eko

oleh -233 views

METRO-RIAU – Anggota Unit 3 Remaja, Anak, dan Wanita Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membongkar kasus kejahatan prostitusi online Swinger dan Threesome di Surabaya.

Pelakunya adalah pasangan suami istri Eko Hardianto 31, warga Surabaya, dan DW 25 warga Blitar.

Mereka digerebek di sebuah hotel di Surabaya saat pesta seks bersama dua Pasutri asal Sidoarjo.

Eko telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti menjadi otak kejahatan asusila ini. Dia menyediakan, memfasilitasi, mendapat keuntungan dari prostitusi Swinger tersebut.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana menjelaskan terbongkarnya kasus prostitusi terselebung ini merupakan fenomena sosial yang menyimpang dari norma sosial.

Tersangka dan pelaku lainnya mempunyai kecenderungan perilaku seks menyimpang yang disebarluaskan melalui media sosial Twitter.

“Latar belakang Kejahatan prostitusi ini yaitu fantasi seksual dan ekonomi,”bersama Waditreskrimum, AKBP Juda Nusa Putra di Mapolda Jatim, Rabu (10/10/2018).

Festo mengatakan untuk menjerat sesama perilaku seks menyimpang tersangka mempromosikan layanan prostitusi di akun media sosial Twitter pada 2015.

Tersangka menerima tawaran melakukan pesta seks Booking (BO) hingga ke luar kota.

“Tersangka melakukan hal itu (Swinger dan Threesome) bersama pelanggannya di rumah kos, hotel di daerah Surabaya, Malang, Blitar dan sekitarnya,” ungkap Perwira Polisi alumni Akpol 2000 ini.

Dia menjelaskan adapun pelanggannya mulai dari pengusaha, pekerja swasta hingga pegawai salah satu BUMN.

Mirisnya, tersangka juga mengajak istrinya yang hamil delapan bulan untuk ikut serta saat melakukan prostitusi Swinger dan Threesome bersama Pasutri lainnya.

Tersangkapun membatasi pelanggannya yang berumur 22 tahun hingga 35 tahun.

Dan kata Festo, anggota masih terus berupaya memburu pemilik akun media sosial yang menawarkan layanan prostitusi. Pihaknya menduga kelompok penyimpangan seksual ini berpotensi masih banyak bertebaran di dunia maya.

“Kami akan optimalkan Cyber Patrol untuk menjaga Jatim terbebas dari akun media sosial penebar layanan prostitusi yang sudah makin meluas di sosial media.