Memburu Para Debt Collector Yang Merampas Motor di Jalan

oleh -390 views

METRO-RIAU  Melakukan penyisiran sejumlah lokasi para penagih utang yang dicurigai karena keberadaannya meresahkan pemilik kendaraan yang membeli dengan cara menyicil. Penagih utang tidak boleh merampas kendaraan bila konsumen tidak sanggup membayar cicilan. Tindakan tersebut sangat bertentangan dengan undang udang yang berlaku tentang Jamina.

Penyisiran dilakukan setelah pihaknya mengamankan seorang penagih utang, merampas sepeda motor milik korban. Terpaksa diamankan petugas karena sepeda motor korban dirampas di tengah jalan karena menunggak cicilan beberapa bulan. Dalam aksi perampasan itu, tersangka perampasan motor.

Aksi yang dilakukan tersangka adalah mencega korban ketika melintas di jalan raya, setelah berhenti kemudian mencekik leher yang membuat korban pasrah dan menyerahkan sepeda motor miliknya. korban akhirnya melaporkan kepada aparat Polsek setempat dan petugas berupaya memburu pelaku.

Menegaskan, kredit macet tidak dapat dijadikan sebagai alasan pembenar untuk merampas kendaraan apalagi dengan cara kekerasan, karena itu merupakan tindak pidana yang berlaku, Hal itu bertentangan dengan undang undang tentang bahwa dalam proses eksekusi atau penarikan kendaraan yang mengalami kredit macet tidak diperkenankan dengan kekerasan atau tindak pidana lainnya.

Apabila pemilik kendaraan tidak mampu membayar cicilan selama tiga bulan atau lebih, ada mekanisme yang harus ditempuh dengan memberikan surat perintah pertama hingga ke tiga dengan syarat saat melakukan eksekusi membawa sertifikat apa bila merampas motor.