, , , ,

Mengetahui Obesitas Pada Anak Balita

oleh -528 views

METRO-RIAU Setiap orangtua ingin memastikan anak mereka makan banyak agar tumbuh menjadi anak yang sehat. Namun, tidak selamanya anak gemuk selalu sehat. Banyak risiko kesehatan yang mungkin terjadi jika anak kegemukan.

Ada banyak faktor penyebab anak obesitas. Hal yang paling umum adalah faktor genetik, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, atau kombinasi dari ketiga faktor ini. Namun, terdapat kasus spesial, seperti faktor masalah medis (gangguan hormon endokrin) yang dapat menyebabkan anak mengalami kegemukan.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016, jumlah anak di bawah usia 5 tahun yang mengalami kelebihan berat badan (overweight) mencapai lebih dari 41 juta anak di seluruh dunia. Setengah dari populasi anak obesitas ini berasal dari negara-negara di Asia, termasuk juga Indonesia.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, kasus obesitas anak Indonesia paling banyak ditemukan pada rentang usia 5-12 tahun. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) milik Kemenkes menunjukkan peningkatan angka yang cukup drastis, dari 18,8% kasus anak obesitas di tahun 2007 dan kemudian melonjak pada tahun 2013 mencapai angka 26,6%.

Memang, pada dasarnya anak akan terlihat lebih gemuk dan lebih besar daripada anak lain seusianya. Meski begitu, penyebaran lemak tubuh bisa berbeda-beda di setiap anak. Terlebih, bisa saja anak Anda memang memiliki postur badan yang tinggi besar secara genetik.

Cara satu-satunya untuk memastikan apakah anak Anda kegemukan adalah dengan rutin memeriksakan anak ke dokter atau Puskesmas untuk memantau tinggi dan berat badannya sesuai grafik tumbuh kembangnya di KMS. Jika grafik sudah mengikuti garis hijau artinya anak Anda memiliki berat badan normal, tapi jika berada di atas garis hijau artinya anak memiliki berat badan berlebih.

Di Indonesia, anak sudah bisa dibilang obesitas jika perbandingan antara berat badan dan usia anak mencapai lebih dari 3 standar deviasi yang tertera pada Kartu Menuju Sehat (KMS) yang Anda miliki.

Pada masa pertumbuhan, sebaiknya anak mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Biasakan juga anak-anak Anda untuk makan buah-buahan dan sayuran. Batasi konsumsi makanan dan minuman manis.

Selain itu, biasakan anak untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap hari untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Anda bisa mengajak anak bermain di taman, berenang, berlari, hingga bersepeda setiap akhir pekan. Batasi waktu anak untuk menonton TV ataupun bermain games.

Untuk membantu mencapai target berat badan ideal dan pola makan yang sehat, konsultasikan lebih lanjut ke ahli gizi dan dokter anak Anda.