Merasa Dibohongi, Politikus Demokrat Minta Prabowo Pecat Ratna Sarumpaet

oleh -163 views

METRO-RIAU-Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean angkat bicara terkait pengakuan Ratna Sarumpaet atas berita penganiayaan aktivis sosial itu. Ratna Sarumpaet yang merupakan juru kampanye Prabowo-Sandiaga, mengaku bahwa luka lebam diwajahnya bukan karena penganiayaan melainkan karena operasi sedot lemak.

Dia merasa menjadi korban kebohongan Ratna dan dirugikan secara hukum, Oleh karena itu, dia meminta capres dan cawapres Prabowo dan Sandiaga Uno memecat Ratna dari tim pemenangan.

Ratna Sarumpaet mengungkap kebohongan yang telah dilakukannya, Rabu sore ini. Kepada masyarakat Indonesia, Ratna mengaku telah menjadi pembuat hoaks terbesar dan membuat negara gempar akibat ulahnya, Kali ini saya pencipta hoax terbaik ternyata, menghebohkan semua negeri. Mari kita ambil pelajaran dan bangsa kita ini dalam keadaan tidak baik, seperti yang saya lakukan ini mari kita hentikan. Saya minta maaf,” ujar Ratna saat jumpa pers di rumahnya, Jalan Kampung Melayu.

Ratna sebelumnya menyebar hoaks bahwa dirinya telah dianiaya di Bandung, pada 21 September 2018. Sontak hal itu menggemparkan banyak orang, terutama dari pihak Prabowo-Sandiaga, Bahkan Prabowo langsung menggelar jumpa pers dan berjanji untuk mencari dalang insiden yang ternyata hoaks tersebut.

Namun kabar bohong itu perlahan terungkap. Polisi menemukan fakta lain. Polisi tidak menemukan jejak penganiayaan Ratna di Bandung, Jawa Barat pada 21 September 2018 sebagaimana informasi yang berkembang, Polisi justru menemukan fakta bahwa Ratna tengah berada di salah satu klinik di Jakarta. Ibunda artis Atiqah Hasiholan itu disebut-sebut tengah menjalani operasi plastik di klinik tersebut.

Kebohongan itu akhirnya diakui Ratna Sarumpaet. Dia mengaku telah berbohong terkait penganiayaan yang dialaminya. Dia juga membenarkan telah melakukan perawatan di klinik tersebut.