Narapidana di Donggala Manfaatkan Melarikan Diri Pasca Gempa

oleh

METRO-RIAU Menduga ada sejumlah motif yang membuat para narapidana serta tahanan membakar dan kabur dari Rutan Donggala, biasanya saat terjadi bencana alam seperti gempa dan tsunami, terjadi kepanikan di Rutan. Ia mengatakan tentunya para narapidana, tahanan, serta petugas Lapas berupaya menyelamatkan diri. Karena itu, tidak semua narapidana yang kabur memanfaatkan situasi yang tak kondusif itu untuk lepas dari hukuman penjara.

Tapi tidak semua napi melarikan diri. Napi itu motifnya ada yang menyelamatkan diri. Kedua adalah dia melarikan diri, memanfaatkan. Ketiga dia korban dari bencana itu, termasuk pegawainya juga.

Ada juga yang  mengatakan, dalam situasi bencana, Standar Operasional Prosedur yang berlaku ialah petugas lapas wajib menjaga keselamatan narapidana dengan membuka blok hunian dan mengumpulkan mereka di tanah lapang.

Jika situasi tidak memungkinkan untuk pengumpulan narapidana, maka petuga Lapas dan Rutan wajib mengutamakan keselamatan warga binaan.  didata dulu nih jumlah napi sebelum kejadian.

Yang paling utama adalah menyelamatkan dulu. Evakuasi selamat dulu, Setelah yang selamat bisa ditertibin baru dicari yang tidak ada. Yang tidak ada dicari, ini meninggal atau menyelamatkan diri., dibakar ratusan narapidana, Sebanyak ratusan narapidana melarikan diri.
Ada sekitar 100 narapidana dan tahanan diperkirakan kabur.

Kepala Rutan Donggala, Saifuddin, kepada Kompas.com, di lokasi kejadian. Saifuddin mengungkapkan pembakaran rutan ini dilakukan napi karena tuntutan mereka yang tak dikabulkan. Para narapidana menuntut dibebaskan untuk bisa bertemu dengan keluarga mereka pasca gempa bumi dan tsunami menghantam Donggala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.