Obat Batuk Jadi Bahan Untuk Mabuk, Obat Ini Jadi Tren Baru di Kotabaru

oleh -198 views

METRO RIAU – Jajaran Polsek Pulau Laut Selatan merazia penjual obat batuk di Tanjung Seloka.

Pasalnya, belakangan obat batuk merek tertentu jadi bahan untuk mabuk para pemuda setempat.

Razia ke tempat penjual obat di Tanjuang Seloka, dipimpin langsung Kapolsek Pulau Laut Selatan Ipda Amir Hasan, Senin (11/2/2019)

Razia ke pedagang obat dilakukan petugas setelah memukan seorang pemuda berjalan kaki sempoyongan di Pasar Nyiur Melambai Desa Tanjung Seloka Kecamatan Pulau Laut Utara, pada Sabtu (9/2/19) malam sekitar pukul 21.00 Wita.

Saat itu, pria yang bernama Juhaepa diberhentikan dan dilakukan penggeledahan di seluruh tubuhnya.

Alhasil, pria tersebut ternyata menyimpan obat batuk warna Hijau sebanyak 15 saschet di saku celananya.

Bahkan sebelumnya dia sudah meminum beberapa sachet sehingga dia sempoyongan.

Saat ditanya, darimana mendapatkan obat tersebut, pelaku menyebutkan tempat dia membelinya.

Mendapatkan informasi tersebut, Ipda Amir Hasan bersama anggotanya langsung bergerak ke toko obatnya.

Saat sampai di lokasi di toko obat tersebut yang diketahui milik Ismail langsung dilakukan penggeledahan.

Di toko tersebut, polisi mendapati Komix serupa sebanyak 10 box atau 300 sachet.

Menurut Kapolsek Pulau Laut Selatan, Ipda Amir Hasan kepada Banjarmasinpost, Senin (11/2/19) mengatakan saat ini di wilayah hukumnya sedang tren mabuk obat batuk cair merek Komix.

Jajarannya selalu mendapati banyak bungkusan obat batuk yang sudah dipakai berserakan di jalan-jalan dan tempat gelap yang dijadikan tempat nongkrong.

Sebab itu, jajarannya sempat mengamankan pria yang mabuk obat batuk dan penjual obatnya namun pihak polsek tak melakukan penahanan.

“Untuk penjual obat, kami berikan teguran atau peringatan dengan disertai surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan tersebut sebelum diberikan tindakan,” katanya.

Di saat itu, Kapolsek menghadirkan pihak keluarga, tokoh masyarakat untuk menyaksikan itu. Bila kembali melanggar, maka jajarannya tak segan untuk membawanya kedalam sel jeruji besi.

“Ini akan kami pantau terus karena bisa merusak generasi penerus. Kami juga sampaikan kepada penjual obat agar tidak menyalahgunakan untuk dijual kepada orang yang tujuannya untuk mabuk-mabukan,” katanya.