PK Perusahaan Pembakar Lahan Di Tolak PN Rohil

oleh -804 views

Metro Riau – Persidangan kasus kebakaran lahan areal PT Jatim Jaya Perkasa (JJP) yang digelar di pengadilan Negeri Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Cosman Fitoni Immanuel Siboro adalah terpidana kasus itu, yang juga merupakan Asisten kepala (Askep) PT JJP tidak hadir dan hanya diwakili oleh kuasa hukumnya dipersidangan.

Sidang untuk kasus ini sudah sampai pada tahap peninjauan Kembali mahkamah Agung dari pihak PT JJP. Akan tetapi terpidana tidak hadir dipersidangan itu. Rudi Ananta Wijaya, SH,MH sebagai hakim ketua beberapa kali menanyakan kepada kuasa hukum terpidana alasan kenapa terpidana tidak dapat hadir ke persidangan.

“Saya ingin bertanya dimana sekarang keberadaan terpidana,” tanya hakim ketua.

“Saat ini kita tidak mengetahui keberadaan klien, dan kedatangan kami hanya untuk mendengar keputusa sidang melalui informasi secara lisan,” kata kuasa hukum Cosman.

“kami bertemu dengan beliau terakhir kali di jakarta saat membuat PK,” tambahnya lagi.

Karena ketidak hadiran terpidana, jaksa penuntut Umum (JPU) kejari Rohil, Maruli, SH meminta kepada majelis hakim agar menolak sidang PK ini karena dalam skemanya, terpidana harus hadir bahkan dalam putusan tersebut, terpidana harus membayar denda sebesar Rp 5 miliar dan penjara 10 tahun.

“Kami meminta agar PK yang diajukan ditolak,” kata Maruli.

keputusan itu diambil setelah pertimbangan dan musyawarah antar hakim melalui skorsing waktu sidang.

“Terpidana seharusnya menjalani proses sidang terlebih dahulu, dan jika dia mengajukan upaya hukum luar biasa, tentu harus melakukan peninjauan,” jelas hakim.

Kuasa hukum Cosman menyatakan akan bertemu dengan klien setelah mendengar hasil putusan sidang.