, , ,

Anggota Polisi Dikeroyok Bandar Narkoba Saat Nyamar

oleh -646 views

Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau

METRO-RIAU-Peristiwa tidak terduga dialami oleh seroang perwira polisi bernama Ipda Rahmad. Ia dikeroyok oleh beberapa anak buah bandar narkoba ketika sedang menyamar untuk membeli barang haram itu di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

“Iya benar, ada anggota kita yang sengaja kita perintahkan untuk melakukan penyamaran dikeroyok sejumlah pengedar sabu. Saat itu, anggota kita bertugas pura-pura jadi pembeli,” ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Laode.

Laode menjelaskan, Rahmad kala itu menyamar hendak bertransaksi narkoba dari bandar bernama Debison alias Debai.

Pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB, Debai menyuruh anak buahnya untuk menemui Rahmad. Ketika bertemu anak buah Debai, Rahmad seorang diri tapi dengan pantauan polisi lain dari jarak jauh.

Setelah bertemu, transaksi kemudian dilakukan dan Rahmad langsung menangkap salah satu anak buah Debai, Sabri alias Cabi. Tapi, ketika itu ada anak buah Debai yang lain melakukan pengeroyokan kepada Rahmad.

Polisi lainnya kemudian bergerak. Para pelaku langsung melarikan diri. Polisi hanya berhasil menangkap satu pengedar yakni Cabi. Saat dites urine, Cabi juga positif telah mengonsumsi narkoba.

“Anggota kita transaksi dengan Sabri alias Cabi kaki tangannya Debai serta anak buahnya yang lain. Nah, saat transaksi itu anggota kita menangkap mereka, tapi jumlah mereka ternyata banyak dan mengeroyok,” ucap dia

Akibat pengeroyokan itu, Rahmad harus mendapat perawatan di rumah sakit. Beruntung, ia tidak mendapat luka serius dan kini sudah diizinkan untuk pulang.

Polisi Dikeroyok Debt Collector di Bekasi

Seorang anggota Satlantas Polsek Pondok Gede, Bekasi, Bripka Karlos Infantri dikeroyok oleh sejumlah orang tidak kenal.

“Kejadiannya itu sekitar pukul 13.00 WIB, terjadi pengeroyokan terhadap anggota Polri yang dilakukan oleh sepuluh orang tidak dikenal,” kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota,

Kronologi peristiwa itu bermula ketika korban sedang mengendarai sepeda motor. Di lokasi kejadian, ia diberhentikan dengan alasan motornya bermasalah.

“Korban saat itu mengaku motornya tidak ada masalah dan sudah mengaku anggota Polri,” ucap dia.

Meski begitu, para pelaku kukuh mengatakan motor Karlos bermasalah. Sesaat kemudian, mereka langsung mengeroyok Karlos.

Saat kejadian, ada beberapa saksi yang mencoba melerai. Kemudian para pelaku melarikan diri dengan meninggalkan dua sepeda motor milik mereka.

“Diduga pelaku adalah kelompok debt collector pesaing yang hendak menarik sepeda motor,” ujar dia. (ism)