,

Jarak Pandang 800 Meter, Asap Karhutla Selimut Pekanbaru

oleh -46 views

Metro Riau- Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin pekat terlihat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, sehingga jarak pandang turun drastis pada Selasa (10/9) pagi.

“Karak pandang di Pekanbaru sempat turun ke 800 meter pada pukul 08.00 WIB,” kata Staf Analisi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami.

Sehari sebelumnya, kata Sanya, jaak pendang pada pagi hari maksimal satu kilometer akibat asap karhutla atau jerebu. Langit terlihat memutih dan pemandangan mata jadi kabur.

“Pada pukul 09.00 WIB Jarak pandang membaik jadi 1,5 kilometer,” kata Sanya.

Menurut Sanya, pekatnya kabut asap itu berasal dari sisa karhutla di bagian Selatan Kota Pekanbaru yang terbawa angin. Sedangkan, di Pekanbaru sendiri hembusan angin cenderung pelan hanya berkisar 10 sampai 18 kilometer/jam sehingga partikel asap masih tertahan di udara.

Asap juga menyelimuti daerah lain di Riau dan kondisinya cukup parah. Seperti di Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) jarang pandang turun jadi 700 meter pada jam 09.00 WIB.

Kemudian di Kabupaten Palalawan jarak pandang juga turun jadi tinggal 800 meter, dan Kampar jarak pandang turun jadi 4 Km, serta Kota Dumai jarak pandang hanya 1 Km.

Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, Satelit Terra dan Aqua pada Selasa pagi di Riau terdeteksi 138 titik panas yang jadi indikasi awal Karhutla. Daerah paling banyak titik panas adalah di Indragiri Ilir (Inhil) yakni mencapai 64 titik, kemudian di Pelalawan ada 33 titik, dan Indragiri Hulu (Inhu) ada 18 titik panas.

Kemudian di Kabupaten Kampar ada enam titik, Kuantan SIngingi ada 3 titik, Bengkalis 2 titik, dan Kepulauan Meranti dan Kota Dumai masing-masing ada satu titik.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas karhutla di Riau sejak Januari hingga awal September 2019 sudah lebih dari hektare.

Sementara itu di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kepolisian setempat menangkap tiga pelaku kerhutla.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan tiga pelaku pembakaran itu diamankan pada Minggu (8/9) oleh petugas Polsek Bukit Bestari.

“Tiga orang yang diamankan ini berinisial S, Su dan I,” ujar Kasat Reskrim di Tanjungpinang, Selasa (10/9).

Ali mengungkapkan, kronologi karhutla di daerah tersebut berawal pada saat ketiga pelaku membuka lahan untuk keperluan lapangan parkir pesta pernikahan.

Para pelaku, kata dia, memotong rumput ilalang kering lalu dibakar tanpa diawasi. Tak lama kemudian, api mulai menyebar dan melahap lahan yang ada di sekitarnya.

“Luas lahan yang terbakar sekitar satu hektare,” ungkapnya.

Selain mengamankan pelaku, lanjut Ali, polisi turut mengamankan barang bukti berupa mesin potong rumput, korek api, ember, jerigen, dan botol bensin.

Penyidik Unit Reskrim Polsek Bukit Bestari juga masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini karena diduga masih ada pelaku lainnya yang terlibat.

Akibat perbuatannya, tiga pelaku itu dijerat dengan pasal 187, 188 KUHP Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman hukuman selama 10 tahun penjara.

 

togel online, bandar togel online, agen togel terpercaya