Bagaimana Olahraga Bisa Mencegah Kanker Payudara?

oleh -40 views

MetroRiau – Olahraga lari ternyata memiliki banyak manfaat untuk mencegah penyakit, misalnya risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung hingga jenis kanker tertentu.

Tetapi seberapa banyak perlu berolahraga untuk mendapatkan manfaat itu ?

Hal itu dibuktikan lewat penelitian terbaru yang membandingkan efek dari aktivitas aerobik moderat (150 menit seminggu) atau tinggi (300 menit seminggu) atau tinggi (300 menit seminggu) pada biomarker kanker payudara menengah. Biomarker atau penanda itu berupa zat dalam atau urin yang merupakan indikator risiko kanker payudara.

Penelitian tersebut adalah tindak lanjut dua tahunan untuk Breasta Cancer and Exercise Trial in Alberta (BETA) dilakukan terhadap 400 wanita bebas kanker usia 50 hingga 74 tahun.

Selama lima hari seminggu dalam satu tahum, para peserta dapat melakukan semua aktivitas aerobik yang mereka inginkan.

Mereka yang berada dalam kelompok aerobik “sedang” latihan selama 30 menit sehari, dan mereka yang berada di kelompok “tinggi” latihan selama satu jam sehari.

Setelah satu tahun, blomarker secara keseluruhan membaik untuk kedua kelompok-tetapi tidak ada kelompok yang melihat peningkatan secara signifikan lebih besar atau baik dari yang lain.

Hal ini berarti melakukan olahraga dengan durasi sedang atau tinggi masih dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Menurut Chritine Friedenreich, Ph.D.,direktur sains di Alberta Health Service’s Department of Cancer Epidemilogy and Prevention Research, seorang wanita yang memiliki kondisi resistensi insulin tinggi, kadar lemak tubuh tinggi, atau biometer lainnya, berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

“Dan jika kamu aktif secara fisik, hal itu mengurangi risiko terkena kanker payudara,”katanya.

Penelitian sebelumnya menemukan, olaharaga mengurangi resistensi insulin (suatu kondisi di mana tubuh mengalami kesulitan menyerap glukosa, yang dapat menyebabkan gula darah menumpuk di dalam darah) peradangan dan lemak tubuh.

Apakah ini berarti bahwa tidak ada manfaat durasi lari yang lebih lama atau pelatihan yang lebih lama? Jawabannya belum tentu demikian.

Menurut Friedenreich, wanita yang melakukan 300 menit olahraga per minggu memiliki pengurangan lemak tubuh yang jauh lebih besar daripada mereka yang berolahraga lebih sedikit.

Hal itu juga sangat penting, sebab, menurut Friedenreich, kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kanker payudara pascamenopause.

“Oleh karena itu, mengurangi lemak tubuh-yang merupakan penanda obesitas-adalah cara untuk mengurangi risiko kanker payudara setelah menopause,”katanya.