,

Dua Begal Lintas Kabupaten Keok Dibekuk Polisi

oleh -43 views

Metro Riau- Erlan Adi Saputra (29) warga Desa Talang Padang Kecamatan Buay Pemaca OKU Selatan dan Awal Fitraj (20) alias Alfa Mocil warga Kabupaten Muara Enim hanya bisa meringis menahan sakit setelah kaki mereka diterjang timah panas polisi.

Kedua pelaku spesialis begal antar Kabupaten ini, diduga terlibat dalam beberapa aksi pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Polres OKU dengan salah satu korbannya merupakan istri dari Kades Sukamaju.

Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim Polres OKU AKP Alex Andrian mengatakan, kedua pelaku berhasil ditangkap berkat koordinasi Polsek Lubuk Batang bersama Tim Resmob Polres OKU. Sebelumnya kedua pelaku juga melakukan aksi dikawasan Lubuk Batang.

“Modus pelaku ini mengikuti dan memepet korbannya. Kemudian menodongkan Senjata Api dan merampas motor korban. Kalau korban melawan mereka tidak segan melakukan tindak kekerasan,” katanya.

Kedua pelaku ini berhasil ditangkap dikontrakannya di Indralaya Ogan Ilir, saat penangkapan kedua pelaku mencoba melarikan diri dan diberikan tindakan tegas terukur.

“Kita hati-hati karena pelaku ini memiliki Senpira, saat kita geledah kita temukan dikontrakannya, kemudian saat hendak menunjukan barang bukti lainnya pelaku mencoba kabur dan kita beri tindakan tegas terukur,” tegasnya.

Dari hasil pengembangan, kedua pelaku ini merupakan spesialis begal antar Kabupaten yang telah melakukan aksi dibeberapa kabupaten, diantaranya OKU Selatan 4 TKP, OKU Timur 1 TKP, OKU 3 LP dan Prabumi 2 LP.

“Dari tangan tersangka kita amankan dua unit motor hasil kejahatan, satu buah Senpira jenis revolver berikut 5 buah amunisi aktif, beberapa buah HP hasil kejahatan dan barang bukti lainnya,” sebutnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun.

“Saat ini pelaku masih diamankan di mapolres OKU guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Sementara itu Erlan salah seorang pelaku saat diintrogasi Kapolres mengatakan, aksi kejahatan ini ia lakukan selama tahun 2019. Diakui mantan residivis kasus bobol rumah ini saat menjalankan aksi ia selalu membawa senpira yang ia dapat dari rekannya seharga Rp 2,5 juta.

“Belum pernah aku letuskan (senpira) senjatonyo aku pakai nakut-nakuti bae,” lirihnya.

 

togel online, bandar togel online, agen togel terpercaya