Dua Kakak Beradik Tewas Dikeroyok Di Acara Dangdutan, Polisi Sebut Berawal Dari Saling Tatap-tatapan

oleh -96 views

METRO-RIAU – Tangis keluarga Sibarani bersaudara yang tewas dikeroyok pecah saat jenazah kakak adik itu disemayamkan di rumah kediaman keluarga.

Tampak keluarga meratapi kepergian Aryanto Sibarani (48) dan Wawan Pribadi Sibarani (46) yang sudah berada dalam peti mati.

Mereka tidak terima dengan kepergian kakak adik itu.

Aryanto dan Wawan merupakan korban pengeroyokan saat terjadi keributan dalam acara konser dangdutan malam perayaan kemerdekaan di Kampung Rawa Aren, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (8/9/2019) dini hari.

Keduannya tewas akibat cekcok mulut masalah sepele yang awalnya diduga saling tatap-tatapan antara pelaku dan korban.

Dikutip dari Metroriau.com, Minggu (8/9/2019), AS dan Wawan tewas karena mengalami luka parah di kepala.

Sementara itu adik ipar dari Aryanto yang bernama Deston (33) menyebutkan, saat kejadian kakaknya berniat untuk mendatangi rumah saudara di daerah Bulak Kapal, Bekasi.

Namun, tiba-tiba Aryanto mendapat kabar kalau adiknya Wawan dikeroyok di sebuah konser dangdut.

Tak terima adiknya dikeroyok, Aryanto lantas mendatangi lokasi kejadian, berniat menyelamatkan Wawan dari amukan massa.

“Di sana ada acara dangdutan sepertinya perayaan 17-an. Kemudian dia dikeroyok,” kata Deston.

Deston menyebutkan, kedua sudaranya itu sempat dilarikan ke RSUD Bekasi Kota, Keramat Jati untuk mendapatkan perawatan.

“Saudara saya paginya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi Kota,” ucap Deston.

Namun, karena luka di kepala yang cukup parah keduanya dinyatakan meninggal dunia.
Kedua jenazah lantas dibawa petugas ke RS Polri Keramat Jati untuk diautopsi.

Deston menyebutkan, pihak keluarga tidak mengetahui alasan pengeroyokan terhadap kedua korban.

Ia menyatakan, keluarga korban telah melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian.

“Saya juga enggak tahu apa sudah ada pelaku yang ditangkap atau bagaimana, tapi dari pihak keluarga sudah bikin laporan ke polisi,” lanjutnya.

Sementara itu, dilansir kanal YouTube KOMPASTV yang diunggah Senin (8/9/2019), pihak kepolisian belum mengetahui motif pengeroyokan itu.

Para pelaku pengeroyokan itu diduga dalam kondisi mabuk saat menganiaya korban.

Tak hanya melakukan penganiayaan, para pelaku juga merusak rumah kontrakan korban.

Polisi sudah mengetahui identitas pelaku dan masih melakukan pengejaran.

Joko Budi, Petugas Forensik RSUD Kota Bekasi menyebutkan, kedua korban mengalami luka parah di kepala dan hidung.

“Setahu saya pengeroyokan, dua-duanya meninggal.”

“Luka di kepala sama di pelipis sama hidung keluar darah,” kata Joko.

Saksi di lokasi kejadian menyampaikan, awalnya korban dan pelaku saling tatap dan tersulut emosi.

Tak lama setelah itu, pelaku akhirnya mengeroyok korban hingga tewas.

Setelah diautopsi di RS Polri Keramat jati, dua jenazah korban lantas dibawa ke rumah duka di daerah Bojong Menteng, Bekasi Timur, Bekasi pada Minggu (8/9/2019) sekira pukul 19.38 WIB.

Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto peristiwa kematian korban dipicu karena masalah sepele.

“Awalnya saling tatap-tatapan dengan pelaku, selesai acara dangdutan baru terjadi keributan,” katanya.

Indarto mengatakan, kematian korban akibat sekelompok pelaku melakukan penyerangan secara membabi buta. Keduanya mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

Dia menjelaskan untuk meminimalisasi adanya serangan balik, pihaknya telah menerjunkan sejumlah petugas dari Polsek Bekasi Timur dan Polres Metropolitan Bekasi Kota.

“Kami terjunkan anggota agar tidak ada dendam. Jangan sampai terjadi bentrok lagi.

Ini sudah cukup dan kita masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap pelaku,” katanya.

Empat Pelaku Ditahan, Empat Lagi Diburu

Empat orang berinisial R, AM, HS, dan DP yang mengeroyok dua orang kakak-beradik (AS dan WPS) hingga tewas di Duren Jaya, Bekasi Timur ditangkap polisi, Minggu (9/9/2019) siang.

Empat orang itu kini ditahan di Mapolres Metro Bekasi Kota.

“Dari pengembangan kasus ini, kita sudah berhasil menangkap empat orang tersangka, semuanya ini notabene warga di sekitar lokasi,” ujar Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana dalam konferensi pers, Senin (9/9/2019) siang.

“Saat kita penindakan setelah kejadian ini, hanya empat orang ini yang kita temukan, kita ambil di rumah masing-masing,” tambah Eka.

Para pelaku diancam Pasal 170 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan matinya seseorang.

“Ancamannya hukuman penjara, paling lama 12 tahun,” tutup Eka.

Jajaran Polres Metro Bekasi Kota masih memburu 4 orang tersangka pengeroyokan terhadap kakak-beradik berinisial WPS (48) dan AS (38).

Saat ini, polisi baru meringkus 4 dari total 8 tersangka yang mengeroyok kedua korban hingga tewas itu.

”Untuk 4 orang lagi, sedang kita lakukan pendalaman, pencarian.

Kita minta waktu kepada teman-teman semua,” ujar Eka.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita bisa menangkap 4 orang ini,” tambah dia.

Eka menyebut, insiden pengeroyokan tersebut melibatkan banyak orang.

Namun, segelintir dari mereka merupakan pihak yang coba melerai pengeroyokan tersebut.

“Memang ada banyak orang di situ, dari orang-orang itu ada juga yang berusaha melerai, termasuk di antaranya Pak RT yang sempat melerai,” Eka menjelaskan.

togel online, bandar togel online, agen togel terpercaya