,

Faktor Ekonomi dan Masalah Keluarga Penyebab Tiga Anak ini Putus Sekolah

oleh -161 views

Metro Riau- Selain karena masalah ekonomi, Mariani (12) dan Wulan (8) serta Nurma (7) anak dari Sarwandi (46) dan Halimatu Sadiah (43) warga Dusun II, Desa Kampung baru, Kecamatan Selupu Rejang yang putus sekolah, juga karena masalah keluarga.

“Kedua anak sebelumnya sempat bersekolah, namun kemudian berhenti, karena ada permasalahan kedua orang tuanya,” kata Syahid ditemui Kamis (28/2).

Pada saat awal berhenti sekolah pihaknya maupun pihak sekolah sudah mendorong pihak keluarga maupun kedua anak tersebut agar tetap bersekolah, bahkan berupaya memfasilitasinya dengan memenuhi segala keperluan sekolah.

Terkait dengan program bantuan untuk keluarga tersebut, diakui Syahid memang selama ini tidak menerima, baik itu program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Progam Keluarga (PKH) maupun jaminan kesehatan.

“Terakhir kali bantuan yang diterimanya hanya raskin, namun kemudian program itu berubah menjadi BPNT mereka tidak terdata meski sudah sering kami usulkan, untuk program lainnya mereka juga belum dapat karena tidak memiliki KTP yang mana KTP tersebut tidak kunjung mereka buat,” imbuhnya.

Sementara itu, pasca diberitakan sebelumnya oleh sejumlah media, jajaran Pemkab Rejang Lebong mengunjungi keluarga tersebut, bahkan Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari didampingi Kadis Pendidikan, T. Samuji turun langsung kelapangan.

“Kita ingin memastikan langsung kondisi anak maupun keluarga ini, memang benar kondisinya demikian, untuk itu kita fasilitasi,” kata Wabup. Dalam kunjungan tersebut akan kembali bersekolah, dimana kebutuhannya akan difasilitasi.

Terkait dengan kondisi rumah keluarga tersebut yang dinilai sudah tidak layak, ditambahkan Wabup pihaknya akan berupaya mengakomodirnya melalui program bedah rumah, meski syarat administrasinya masih menjadi kendala, dimana lahan yang digunakan saat ini beda kepemilikan.

“Untuk program bedah rumah terkendala masalah administrasi, namun nanti kita upayakan agar rumah ini layak untuk dihuni,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga sempat menyinggung partisipasi anggota DPRD Rejang Lebong terhadap isu tersebut, telebih pada anggota Dewan di Dapil tersebut, karena dirinya berharap dalam penanganan masalah yang terjadi di masyarakat harus dilakukan bersama-sama.

Wabup juga menghimbau kepada kalangan masyarakat diwilayah itu yang kesulitan untuk menyekolahkan anaknya agar segera melaporkan ke Pemkab Rejang Lebong sehingga bisa difasilitasi, mengingat saat ini Pemkab Rejang Lebong tengah menjalankan program pendidikan gratis.

Selain jajaran Pemkab Rejang Lebong, saat bersamaan juga nampat Kasat Binmas Polres Rejang Lebong, Iptu Lilik Sucipto dan Kapolsek Curup, Iptu Untoro yang juga turut memberikan bantuan kepada keluarga tersebut.

“Polri turur peduli dengan masalah seperti ini, kami juga turut mengawasi program bantuan dari pemerintah tepat sasaran atau tidak, untuk kasus ini sendiri memang karena masalah teknis bukan karena unsut kesengajaan, namun kita juga berharap peran serta Kades lebih ditingkatkan untuk memperhatikan warganya,” singkat Iptu Untoro.