,

Ini Kata BMKG Soal Cuaca Ekstrem Di Palembang

oleh -307 views

Metro Riau- Selama satu pekan terakhir masyarakat, khususnya di Kota Palembang meresakan cuaca panas luar biasa dari biasanya.

Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika BMKG (BMKG), cuaca ekstrim selama November 2019 lebih terik dari 30 tahun terakhir dengan suhu pada rentang 30-36 derajat celcius.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang. Penyebab cuaca ekstrim di sejumlah wilayah Sumsel karena posisi matahari yang masih berada di sekitar ekuator.

“Selain itu, adanya efek dari GRK (Gas Rumah Kaca) akibat masih adanya asap akibat karhutla juga berpengaruh terhadap cuaca saat ini,” ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Bambang Beny Setiaji, Senin (11/11).

BMKG mencatat, suhu udara rata-rata 30°C sedangkan suhu udara maksimum berada di angka 36°C pada 10 November 2019 dengan kategori Ekstrim.

Padahal kondisi suhu rata-rata normal adalah 27°C dan Suhu Maksimum Normal adalah 32°C. “Itu untuk data November dalam kurun waktu 30 tahun terakhir,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan sumpan dari LAPAN dapa hari ini tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Kota Palembang, yakni di Banyuasin I, Pampangan, Tulung Selapan, Pedamaran, Kayu Agung dan Pematang Panggang.

Umumnya meningkat pada pagi hari mulai pukul 04.00 WIB sampai 08.00 WIB dikarenakan labilitas udara yang stabil (tidak ada massa udara naik) pada waktu-waktu tersebut.

“Intensitas asap tetap berpotensi terjadi di Sumsel karena wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas signifikan belum terpapar hujan yang cukup mengingat luas dan dalamnya lahan gambut yang terbakar,” jelasnya.

Kendati demikian, BMKG tetap memperkirakan ada ada potensi hujan ada 12-15 November 2019 di wilayah Sumsel dengan kriteria hujan sedang lebat.

Wilayah-wilayah tersebut antara lain Kabupaten Lahat, PALI, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, Muaraenim, Prabumulih, Banyuasin, Palembang, Muba, Muis Rawas, Muratara, Kota Lubuklinggau, Empat Lawang dan Pagaralam.

Sedangkan kriteria hujan ringan di wilayah Kabupaten OKU Timur, Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Dijelaskan Beny, potensi hujan dikarenakan secara regoonal seiring melemahnya Badai Tropis Nakri dan adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia.

Hal ini mengakibatkan munculnya Borneo Vorteks (sirkulasi Kalimantan) yang menyebabkan masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa ke wilayah Sumsel. “Fenomena itu yang menyebabkan adanya potensi hujan di wilayah Sumsel,” imbuhnya.

BMKG mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran di musim kering seperti saat ini. Baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian atau perkebunan.

“Perbanyak juga mengkonsumsi air saat beraktifitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan dikarenakan udara akan terasa lebih terik pada siang hari,” imbuhnya.

 

togel online, bandar togel online, agen togel terpercaya