, ,

Ini Solusi JK Usai Melihat Antrean Panjang Warga Palu di SPBU

oleh -501 views

METRORIAU- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) sempat melihat antrean panjang warga yang ingin membeli BBM di sebuah SPBU di Kota Palu, Sulawesi Tengah. JK sempat menemui seorang ibu-ibu yang sudah mengantre sejak subuh untuk membeli bensin.

JK kemudian memberi saran kepada petugas untuk menjual bensin layaknya minyak tanah. Petugas disarankan menggunakan timba liter saat menjual BBM.

“Kembali ke zaman dulu pakai liter seperti timba 1 liter, agar distribusi SPBU tidak bergantung kepada listrik,” kata JK dalam rapat terbatas di kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, Jumat (5/10/2018).

Rapat itu diikuti Menteri Polhukam Wiranto, Mensos Agus Gumiwang, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Selain itu ada pihak Pemda Sulteng dan Pertamina.

“Jual BBM bensin solar seperti jual minyak tanah. Kerjakan hari ini. Teknisnya pakai drum, potong dua. Lalu isi BBM dan gunakan liter biasa atau timba ukuran 1 liter untuk melayani konsumen agar tidak mengantre berjam-jam,” tuturnya.

Di setiap SPBU, JK mengatakan bisa dibuat 10 titik dengan cara seperti itu. Sehingga antrean warga tidak terlalu panjang dan lama.

“Jadi bikin 10 di satu SPBU, (pelayanan jadi) cepat, bisa antrenya bisa setengah jam. daripada enam jam antre orang, bisa bikin marah lagi orang. Kalaupun dia jual lagi itu ndak apa-apa, biarkan aja. Rakyat juga perlu makan. biar aja dijual, paling tinggi dia tambah Rp 1.000,” ujar JK.

Wapres JK ditunjuk Presiden Jokowi untuk memimpin penanganan gempa stunami di Palu dan Donggala. Pengalaman JK yang pernah menangani gempa-tsunami di Aceh dianggap akan sangat berguna.

Di SPBU tersebut, ada antrean panjang warga yang hendak membeli BBM. JK kemudian bertanya kepada ibu-ibu yang mengantre.

Ibu itu mengaku antre sejak subuh. Hingga siang, dirinya belum mendapat giliran membeli BBM.

Antrean panjang warga diduga karena pelayanan menggunakan nozzle (keran mulut pipa) dispenser. JK kemudian memberikan usul soal cara menjual bensin layaknya menjual minyak tanah.

Petugas disarankan menggunakan timba liter saat menjual BBM. Hal ini juga untuk mengakali ketiadaan pasokan listrik.

“Kembali ke zaman dulu, pakai liter seperti timba 1 liter, agar distribusi SPBU tidak bergantung pada listrik,” kata JK,

JK menjelaskan sebuah drum dibelah dua. Kemudian, setelah drum diisi BBM, petugas tinggal menimba BBM menggunakan gayung literan.

Selain menghemat listrik yang dipakai dispenser BBM, cara ini bisa membuat antrean warga tidak terlalu panjang dan lama.

“Jadi bikin 10 di satu SPBU, (pelayanan jadi) cepat, antrenya bisa setengah jam, daripada enam jam antre orang, bisa bikin marah lagi orang. Kalaupun dia jual lagi, itu ndak apa-apa, biarkan saja. Rakyat juga perlu makan. Biar saja dijual, paling tinggi dia tambah Rp 1.000,” ujar JK.

JK menyampaikan teknik ini dalam rapat terbatas di kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu. Rapat itu diikuti Menteri Polhukam Wiranto, Mensos Agus Gumiwang, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta pihak pemda Sulteng dan Pertamina.

Sebelum melihat antrean panjang warga di SPBU, JK meninjau IAIN Datokarama, Palu. Dia melihat hancurnya bangunan kampus dampak gempa yang terjadi Jumat (28/9).

JK langsung bertanya kepada Gubernur Sulawesi Tengah Longki Janggola yang menemaninya. JK bertanya soal perkuliahan para mahasiswa di sana.