Lakalantas di Riau Turun, Korban Meninggal Justru Naik 45 Persen

oleh -62 views

METRO-RIAU.Angka kecelakaan lalulintas yang terjadi selama 12 hari berlangsungnya Operasi Ketupat Muara Takus 2019 di wilayah Riau menurun jika dibandingkan pada Operasi Ketupat Muara Takus 2018 dalam kurun waktu yang sama.

Polda Riau mencatat, kecelakaan lalulintas selama 12 hari Operasi Ketupat Muara Takus hanya sebanyak 26 kasus saja.

Sedangkan pada operasi Ketupat Muara Takus tahun 2018 lalu mencapai 30 kasus.

Penurunan angka kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polda Riau mencapai 13 persen.

“Jika dibandingkan dengan data angka kecelakaan lalulintas selama 12 hari Operasi Ketupat Muara Takus tahun ini dengan 12 hari Operasi Ketupat Muara Takus tahun lalu menunjukkan tren penurunan sebesar 13 persen,” ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Senin (10/6/2019).

Menurut Kombes Pol Sunarto, kecelakaan didominasi terjadi di jalur utama lintas mudik dan balik lebaran.

Pada jalur utama, angka kecelakaan tercatat sebanyak 18 kasus.
Sementara di jalur alternatif, angka kecelakaan sebanyak 6 kasus.

“Sedangkan di jalur lainnya hanya 2 kasus saja,” ujar Kombes Pol Sunarto.

Sedangkan berdasarkan daerah, angka kecelakaan lalulintas paling banyak terjadi di daerah Kampar.

Hal itu disebabkan, jalur perlintasan di daerah Kampar merupakan jalur mudik lintas Barat yang selalu ramai dilintasi oleh pengendara jelang dan pasca lebaran.

“Kemudian disusul oleh Siak dan Kuansing yang masing-masing sebanyak 6 kasus. Sedangkan Kota Pekanbaru hanya terjadi 5 kasus kecelakaan selama 12 hari Operasi Ketupat Muara Takus berlangsung,” ujarnya.

Kemudian disusul oleh Pelalawan dengan angka kecelakaan yang terjadi sebanyak 3 kasus.
Sementara untuk Dumai, Inhu, dan Rohil masing-masing terjadi 1 kasus.
“Pada 12 hari Operasi Ketupat Muara Takus di Bengkalis, Inhil, Rohul dan Meranti masih nihil,” ujarnya.
Meskipun angka kecelakaan lalulintas dalam kurun waktu 12 hari menurun, namun angka korban kecelakaan lalulintas yang meninggal dunia justru meningkat.
Hingga saat ini, angka korban jiwa yang disebabkan kecelakaan lalulintas mencapai 16 orang.
“Sedangkan di kurun waktu 12 hari Operasi Ketupat Muara Takus tahun lalu sebanyak 11 orang. Ada peningkatan sebanyak 45 persen,” ujarnya.