Leo/Daniel Hadapi Mitos Tren Buruk Juara Dunia Junior

oleh -150 views

metroriau – Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil jadi juara di Kejuaraan Dunia Junior. Kini mereka ditantang untuk bisa menaklukkan mitos tren buruk juara dunia junior di nomor ganda putra.

Sejak tahun 1992, dalam daftar juara di nomor ganda putra Kejuaraan Dunia Junior, banyak pemain-pemain ganda putra yang tak mampu meneruskan penampilan apik mereka usai menjadi juara dunia junior.

Salah satu contoh paling nyata adalah Malaysia yang menghasilkan pemenang nomor ganda putra Kejuaraan Dunia Junior dari 2008-2012. Mak Hee Chun/Teo Kok Siang, Chooi Kah Ming/Ow Yao Han, Ow Yao Han/Yew Hong Kheng, dan Nelson Heg Wei Ket/Teo Ee Yi gagal bersinar dan berprestasi ketika memasuki usia junior.

Terhitung sejak 1992, tidak banyak jebolan juara dunia junior di nomor ganda putra yang bersinar di level senior. Beberapa pemain malah bersinar di nomor lain seperti Peter Gade (juara 1994) bersinar di tunggal putra, Zheng Bo (juara 2000) jadi bintang di ganda campuran, begitu pula Zheng Siwei (juara 2015) yang kini jadi pemain nomor satu ganda campuran.

Meski demikian, ada beberapa jebolan juara dunia junior yang bersinar ketika memasuki level senior meski dengan pasangan berbeda. Nama-nama yang masuk dalam daftar ini adalah Chan Chong Ming (Malaysia), Tan Boon Heong (Malaysia) dan Lee Yong Dae (Korea Selatan).

Contoh terakhir ganda putra juara dunia junior yang sukses bersinar dan tetap berpasangan di level senior adalah Li Junhui/Liu Yuchen. Li/Liu yang jadi juara dunia junior pada 2013 sempat menduduki posisi nomor satu dunia, meraih gelar Piala Thomas dan Piala Sudirman, dan juga sudah jadi juara dunia 2018.