,

Mantan Kepala Bank Riau Kepri Cabang Pembantu Dalu-Dalu Divonis 12 Tahun Penjara

oleh -63 views

Metro Riau- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru menjatuhkan vonis 12 tahun penjara terhadap mantan Kepala Bank Riau Kepulauan Riau Cabang Pembatu Dalu-Dalu, Kabupaten Rokan Hulu, Ardinol Amir.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu sore, mejelis hakim yang dipimpin Hakim Saur Maruli Tua Pasaribu menyatakan terdakwa Ardinol terbukti terlibat penerbitan kredit fiktif di bank plat merah tersebut sebesar Rp 32,4 miliar.

Hukuman 12 tahun penjara itu berpotensi lebih berat karena Ardinol juga diwajibkan membayar denda Rp300 juta subsider satu bulan kurungan serta mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 32,4 miliar atau tidak mampu diganti dengan hukuman tiga tahun sembilan bulan kurungan.

Dalam sidang dengan agenda putusan yang sama, hakim turut menjatuhkan pidana kepada dua staf Ardinol, yakni Syaiful Yusri dan Syafrizal. Keduanya masing-masing dihukum lima tahun penjara denda Rp300 juta subsider selama satu bulan kurungan.

Sementara seorang terdakwa lainnya, Heri Aulia dijatuhi hukuman empat tahun penjara denda Rp300 juta atau subsider satu bulan kurungan. Ketiganya masuk dalam analis kredit ini tidak dibebankan membayar kerugian negara.

“Perbuatan para terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diuba dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ujar Hakim.

Atas putusan vonis tersebut, keempat terdakwa menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan jaksa penuntut.

Dalam tuntutannya terlebih dahulu, Ardinol dituntut hukuman 13 tahun enam bulan penjara. Vonis hakim sedikit lebih ringan dibanding tuntutan, meski hakim mengabulkan tuntutan lainnya yakni membayar denda Rp32,4 miliar atau subsider empat tahun kurungan dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Perbuatan para terdakwa terjadi dalam rentang waktu 2010 hingga 2014 silam. Kredit yang dikucurkan berupa kredit umum perorangan itu dicairkan kepada 110 orang debitur. Umumnya para debitur itu hanya dimanfaatkan data pribadi seperti nama dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Sejumlah debitur ada yang dijanjikan plasma atau pola kerjasama dalam pembentukan kebun kelapa sawit. Hal itu dilakukan karena ada hubungan baik antara dengan Kacapem BRK Dalu-dalu saat itu.

Kenyataannya, para debitur tidak menerima pencairan kredit. Mereka hanya menerima sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu karena telah meminjamkan KTP dan KK guna pencairan kredit. Kuat dugaan ada oknum BRK yang menggunakan nama para debitur untuk mengajukan kredit.

Saat pihak bank melakukan penagihan, baru diketahui bahwa sebagian besar debutur tidak pernah mengajukan dan menerima pencairan kredit. Kerugian negara mencapai Rp32 miliar, dimana sejauh ini diketahui belum ada pengembalian kerugian negara.

 

togel online, bandar togel online, agen togel terpercaya