,

Minggu Pagi, Kualitas Udara Jambi Kembali Memburuk

oleh -116 views

Metro Riau– Jambi kembali diselimuti kabut asap pekat pada Minggu (13/10 selama dua hari terakhir sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Standar Percemaran Udara (SPU) menggunakan alat pengukur kualitas udara Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Sabtu (12/10) pukul 06.30 WIB nilai konsentrasi parameter partikulat PM 2.5 sampai 630, di atas baku mutu. Dengan kata lain, kualitas udara menujukkan berbahaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi mengatakan titik panas yang terdeteksi di Provinsi Jambi berada di sisi tanggara dan timur. Sementara arah angin dari timur tenggara membuat asap karhutla menyelimuti kota Jambi.

“Hujan yang turun kemungkinan hanya membasahi bagian atas, namun tidak sampai ke gambut bagian bawah,” kata Ardi.

Selain kota Jambi, kabut asap juga dilaporkan kembali menyelimuti Kabupaten Batanghari, Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Muara Jambi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Nazhar mengakui ada sejumlah lahan yang terbakar. Akan tetapi ia menyebutkan kabut asap yang menyelimuti Batanghari merupakan kiriman dari Provinsi Sumatera Selatan.

“Kabut asap di daerah kita itu kiriman dari Provinsi Sumatera Selatan,” kata Nazhar.

Kabut asap dilaporkan juga kembali pekat selama sepekan terakhir di kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagai dampak karhutla yang terjadi di Taman Nasional Berbak Tanjung Jabung Timur. Bahkan dalam tiga hari terakhir, warga setempat melaporkan kabut asap pada pagi hari lebih tebal.

 

togel online, bandar togel online, agen togel terpercaya