, ,

Pasca Kerusuhan Di GBT, Dispora Surabaya Memanggil Manajemen Klub

oleh -107 views

METRO RIAU – Kerusuhan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, setelah duel kontra PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019), mendapat perhatian serius dari Dispora Surabaya. Pasalnya, kerusuhan itu membuat sejumlah fasilitas di stadion itu rusak.

Kadispora Surabaya, Afghani Wardana, bakal memanggil manajemen Persebaya Surabaya selaku penyewa stadion. Dispora Surabaya sebagai pengelola GBT mulai berhitung kerugian.

“Dari pihak Persebaya, memang belum saya panggil, karena hari ini masih menginventarisasi. Besok pagi akan kami panggil untuk menyelesaikan kerusakan, kami berikan sedikit gambaran tentang kerusakan yang ada,” kata Afghani.

Afghani melalukan pemeriksaan lagi untuk memastikan properti yang mengalami kerusakan, di antaranya adalah bangku cadangan, jaring gawang, landasan lari, hingga rumput lapangan.

“Saya bersama tim Dispora Surabaya, sudah menginventarisasi kerusakan Stadion GBT. Misalnya, tentang rumput yang terbakar. Kemudian lintasan lari ada yang terbakar karena dipakai untuk membakar papan reklame dan sebagainya,” ucapnya.

Pihaknya bakal segera melakukan perbaikan properti tersebut. Apalagi, Persebaya masih dijadwalkan menggunakan stadion berkapasitas 50 ribu penonton itu untuk menjamu PSM Makassar, Sabtu (2/11/2019).

“InsyaAllah, dalam waktu sesingkat-singkatnya akan kami sampaikan kepada pihak Panpel Persebaya untuk bisa memperbaiki segera agar kondisi GBT kembali ke sedia kala,” ujar Afghani.

“Kerusakan-kerusakan yang ada masih bisa diatasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sangat mungkin bisa dipakai. Tapi, terkait pemakaian dari Persebaya, saya belum bisa memberikan konfirmasi apapun sampai sekarang,” imbuhnya.

Masalahnya, Stadion GBT merupakan satu dari sepuluh venue yang disiapkan PSSI untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Pemkot Surabaya juga mulai melakukan renovasi seperti akses ke stadion hingga membangun papan skor digital.

“Setelah ricuh, perbaikan akan dilakukan sesegera mungkin. Jadi tidak usah menunggu FIFA atau PSSI datang, tetapi 1-2 hari ke depan sudah selesai. Bahkan tadi sudah sedikit kami bersihkan dan rapikan. Untuk jaring gawang, kami masih punya stok,” ucapnya.

Afghani juga belum bisa menyebut total kerugian yang harus diterima pihaknya akibat kejadian ini. “Nilai kerusakan belum bisa memprediksi karena kerusakan-kerusakan itu ada beberapa yang stoknya kami miliki,” tutur Afghani.

Seperti diketahui, kerusuhan ini tidak melibatkan antarkelompok suporter. Melainkan Bonek memprotes manajemen Persebaya Surabaya setelah tim gagal menang dalam enam pertandingan terakhir.