,

Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat pada Biden Usai Dilantik

oleh -175 views

METRO RIAU : Beberapa pemimpin dunia ramai-ramai mengirimkan ucapan selamat kepada Joe Biden yang telah resmi dilantik sebagai presiden Amerika Serikat ke-46 pada Rabu (20/1) siang di Gedung Capitol Hill.

Mengutip AFP, rival dan sekutu AS di era mantan pemerintahan Donald Trump turut memberikan ucapan selamat kepada Biden. Tak hanya itu, beberapa dari mereka juga menyampaikan harapan untuk bisa bekerja sama dengan pemerintahan Biden yang akan datang.

Uni Eropa
Presiden Dewan Eropa Charles Michel mencuit ucapan selamat kepada Biden dan Wapres Kamala Harris di akun Twitternya.

“Saatnya mengembalikan keyakinan & akal sehat serta meremajakan hubungan UE-AS kita,” cuitnya.

Selain itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga optimis dengan dilantiknya presiden berusia 78 tahun itu.

“Eropa siap untuk awal yang baru,” ujarnya.

Rusia
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia akan membangun “hubungan baik dengan Amerika Serikat”. Sementara pernyataan Kementerian Luar Negeri menuturkan mereka mengharapkan pendekatan “yang lebih konstruktif” untuk pembicaraan pengendalian senjata yang akan datang.

AS dan Rusia akan membahas perpanjangan perjanjian senjata nuklir New START 2010, tak lama setelah pelantikan Biden.

Jerman
Presiden Jerman Ffrank-Walter Steinmeier mengaku ‘sangat lega’ Biden menggantikan Trump sebagai presiden AS. Ia menyebut hari pelantikan Biden sebagai “hari yang baik untuk demokrasi”.

“(Jerman berharap) memiliki AS di pihak kami sebagai mitra yang sangat diperlukan dalam menangani pandemi virus corona, perubahan iklim, masalah keamanan, pengendalian dan pelucutan senjata, serta banyak konflik mendesak di seluruh dunia,” ujarnya.

 

Prancis

 

Juru bicara pemerintah Prancis Gabriel Attal menuturkan komitmen Biden untuk bergabung kembali dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan perjanjian iklim Paris “sangat penting” setelah Trump keluar dari organisasi dan perjanjian itu.

Inggris
Perdana Menteri Boris Johnson, yang dikenal dekat dengan Trump, berharap bisa bekerja sama dengan Biden. “Dalam perjuangan kami melawan Covid dan lintas perubahan iklim, pertahanan, keamanan, dan dalam mempromosikan dan mempertahankan demokrasi, tujuan kami adalah sama dan negara kami akan bekerja sama untuk mencapainya,” kata Boris.

Iran
Presiden Iran Hassan Rouhani memuji lengsernya “tirani” Trump dengan berulang kali meminta AS mencabut sanksi AS atas upaya nuklirnya. Terlebih selama masa kampanye, Biden diketahui menginginkan AS kembali dalam perjanjian nuklir Iran asalkan Teheran kembali pada kepatuhan ketat.

“Kami mengharapkan (pemerintahan Biden) untuk kembali ke hukum dan komitmen dan mencoba dalam empat tahun ke depan, jika mereka bisa, untuk menghilangkan noda-noda selama empat tahun terakhir,” kata Rouhani.

Israel
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang terkenal dekat dengan Trump, mendesak Biden untuk “memperkuat” aliansi lama antara kedua negara.

“Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk lebih memperkuat aliansi AS-Israel, untuk terus memperluas perdamaian antara Israel dan dunia Arab dan untuk menghadapi tantangan bersama. Diantaranya ancaman yang ditimbulkan oleh Iran,” ucapnya dalam sebuah video.

NATO
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga ikut bersuara setelah dilantiknya Biden.

“Ikatan antara Amerika Utara dan Eropa adalah landasan keamanan kami, dan NATO yang kuat, baik untuk Amerika Utara dan Eropa,” ujarnya.

“Sekutu NATO perlu berdiri bersama untuk mengatasi konsekuensi keamanan dari kebangkitan China, ancaman terorisme, termasuk di Afghanistan dan Irak, dan Rusia yang lebih tegas,” tambahnya.

India Perdana Menteri Narendra Modi juga memberi ucapan serupa di Twitter.

“Saya mengucapkan selamat untuk @JoeBiden telah menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Saya berharap dapat bekerja dengan dia untuk memperkuat kemitraan strategis India-AS,” cuit Modi.

Joe Biden dan Kamala Harris secara resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Amerika Serikat menggantikan Donald Trump dan Mike Pence yang kalah dalam pemilu 3 November 2020.

Biden dan Harris mengukir sejumlah sejarah, termasuk menjadi presiden tertua yang menjabat di usia 78 tahun dan menjadi wapres perempuan keturunan kulit hitam pertama di Negeri Paman Sam.