,

Potensi Ikan Bengkulu Besar, Pemanfaatannya Belum Maksinal

oleh -423 views

Metro Riau-  Potensi sumber daya ikan di Provinsi Bengkulu sangat besar. Namun, sangat disayangkan pemanfaatannya justru tidak maksimal.

Seperti yang diketahui, saat ini potensi sumber daya ikan di Provinsi Bengkulu yang bisa dimafaatkan dengan baik hanya 50 ribu ton. Dari ukuran potensi lestari yang dilaporkan 5 tahun terakhir yaitu sebesar 126 ribu ton.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal, mengungkap, rendahnya pemanfaatan potensi sumber daya ikan ini disebabkan beberapa faktor.

Misalnya, seperti keterbatasan armada kapal dengan kapasitas yang benar di Provinsi Bengkulu, yaitu dari 3.400 kapal yang terdaftar hanya 400 unit yang memiliki kapasitas 30 Gross Tonage (GT).

“Sedangkan, 3.000 unit lainnya hanya kapal nelayan kecil yang tidak bisa mengambil ikan hingga ke Kawasan ZEE Provinsi Bengkulu,” ujarnya, Kamis (7/3).

Meski demikian, pemerintah sudah berupaya untuk mengembangkan potensi sumber daya ikan ini dari sektor hulu melalui bantuan untuk pembaharuan armada kapal dan peningkatan lahan budidaya tambak.

“Selain itu dari sektor hilir pemerintah melaksanakan pendampingan UKM agar bisa mengembangkan inovasi industri pengolahan ikan,” demikian Ivan.

Sementara itu, anggota Dewan Riset Daerah Provinsi Bengkulu, Zamdial Ta’alidin, menambahkan, pengelolaan sumber daya ikan harusnya menggunakan ukuan Maximum Sustainable Yield (MSY), yaitu 50 persen dari potensi lestari perikanan suatu daerah.

“Agar dapat menjaga kelestarian ekosistem dan keberlanjutan sumber daya ikan tersebut,” katanya.

Ia mengaku, Pemerintah Bengkulu belum perlu melakukan pembatasan terhadap penangkapan ikan di Bengkulu. Sebab, data potensi lestari yang dimiliki oleh pemerintah saat ini belum menunjukkan kondisi rill dari perikanan di perairan Bengkulu.

“Perlu usaha dari pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan pemanfaatan sumber daya ikan perairan laut Bengkulu, mulai dari peningkatan teknologi tangkap, alat tangkao, kapal, alat pemyimpanan ikan (cold storagew),” pungkasnya.