,

Warga Curup Merugi Akibat Sungai Air Duku Meluap

oleh -369 views

Metro Riau-  Hujan deras yang melanda Kabupaten Rejang Lebong sejak Jumat (1/3)  siang hingga malam hari, membuat aliran sungai Air Duku meluap, akibatnya puluhan rumah, kolam ikan dan areal persawahan warga rusak.

Setidaknya puluhan rumah yang berada di sekitar aliran sungai dikawasan Kelurahan Dusun Curup, Kelurahan Jalan Baru dan Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup terendam banjir, dimana tingginya air yang masuk kerumah-rumah warga pada malam hari itu mencapai 1 meter lebih.

“Kalau banjir semalam terjadi sekitar jam 19.30 WIB, tingginya lebih dari satu meter, bahkan jalanan sempat ditutup sementara,” kata Hendra (34) warga dusun Curup, Sabtu (2/3).

Selain puluhan rumah, luapan air sungai Air Duku tersebut juga berdampak pada puluhan hektar sawah warga, seperti areal persawahan dikawasan Dusun Curup, kemudian persawahan di Kecamatan Curup Timur, meliputi di Desa Karang Anyar, Desa Duku Ulu hingga Desa Duku Ilir.

“Hampir seluruh persawahan yang berada dipinggir aliran sungai Air Duku terdampak, luapan air membanjiri areal persawahan, kalau di Desa Duku Ilir ini sendiri belasan hektar mungkin ada yang terkena banjir,” kata Suparman (40) yang lahan sawahnya juga turut berdampak.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sohibulah (33) pemilik lahan sawah di Desa Duku Ulu, menurutnya hampir sebagian besar lahan sawah diwilayah itu baru diranam pada sebulan yang lalu.

Selain itupula, kolam ikan milik warga di Kelurahan Karang Anyar juga turut menjadi korban banjir, setidaknya ikan sebanyak 1 ton berupa ikan pembibitan dan ikan pancing hanyut terbawa arus sungai yang membanjiri kolam tersebut.

Derasnya luapan suangai tersebut juga menyebabkan bronjong sepanjang 40 meter di Kelurahan Karang Anyar turut terbawa air.

Tak sampai disitu, luapan air juga menyebabkan jembatan di Desa Duku Ulu nyaris putus lantaran bangunan pondasi jembatan tersebut tergerus air, meski masih dapat dilalui kendaraan namun kondisinya sangat mengkhawatirkan.

“Kalau jembatan ini robohnya pagi tadi, karena kondisinya tergerus air, jembatan ini merupakan jalan alternatif untuk menuju desa lainnya,” ujar Edi Sahbana (51) warga sekitar.